Portal Berita Hari Ini

Taliban Kini Hadapi Krisis Ekonomi dan Kemanusiaan di Afganistan

Kabul, Nusantaratop – Penguasaan baru Taliban berjuang untuk menjaga dan memfungsikan negara Afghanistan. Afganistan yang diangkut warga asing mengalami kekosongan hingga Taliban mengahadapi krisis kemanusiaan akan administrasi di pemerintahan.

Dua minggu sejak serangan Taliban ke ibu kota Kabul mengakhiri perang selama 20 tahun. Namun, kelompok Taliban belum menunjukkan tanda pemerintahan baru atau bagaimana mereka berniat menjalankan roda pemerintahan itu.

Dalam kekosongan administrasi pemerintahan, harga melonjak dan orang banyak berkumpul di bank untuk menarik uang tunai.

Sementara pejuang Taliban telah menguasai Kabul, para pejabatnya bergulat untuk menjaga bank, rumah sakit dan mesin pemerintah tetap berjalan setelah berakhirnya pengangkutan udara besar-besaran orang asing dan Afghanistan yang telah membantu negara-negara Barat selama intervensi internasional.

Warga Afghanistan berbaris/antrian di luar bank untuk mengambil uang mereka setelah Taliban mengambil alih di Kabul, Afghanistan 1 September 2021. REUTERS/Stringer

 

Televisi Al Jazeera Qatar melaporkan bahwa pakar teknis Qatar telah tiba di Kabul atas permintaan Taliban untuk membahas melanjutkan operasi di bandara kota, yang saat ini tidak dapat dioperasikan.

Menteri luar negeri negara tetangga Pakistan, yang memiliki hubungan dekat dengan Taliban berharap Afghanistan dalam beberapa hari memiliki “pemerintah yang konsensus”.

Sementara itu, masyarakat sipil masih ragu dan ada ketakutan akan kehidupan di bawah pemerintahan Taliban. Rakyat Afganistan masih bergegas melarikan diri ke perbatasan untuk meninggalkan Taliban dari masa depan yang tidak pasti.

Dan di provinsi Panjshir, anggota milisi lokal dan sisa-sisa unit militer sebelumnya masih bertahan di bawah kepemimpinan Ahmad Massoud.

Pemimpin senior Taliban Amir Khan Motaqi meminta mereka untuk meletakkan senjata dan bernegosiasi untuk mengakhiri permusuhan.

Warga Afghanistan dengan barang-barang mereka saat berlindung di dekat stasiun kereta api di Chaman, Pakistan 1 September 2021. REUTERS/Saeed Ali Achakzai

 

“Imarah Islam Afghanistan adalah rumah bagi semua warga Afghanistan,” katanya dalam sebuah pidato.

Taliban telah mengumumkan amnesti bagi semua warga Afghanistan yang bekerja dengan pasukan asing selama perang yang dimulai ketika mereka digulingkan dari kekuasaan pada 2001 atas penolakan mereka untuk menyerahkan pemimpin al Qaeda Osama bin Laden setelah serangan 11 September.

Para pemimpin Taliban telah meminta warga Afghanistan untuk kembali ke rumah dan membantu membangun kembali. Mereka telah berjanji untuk melindungi hak asasi manusia dalam upaya nyata untuk menghadirkan wajah yang lebih moderat daripada pemerintah pertama mereka, yang memberlakukan hukum Islam radikal, termasuk melarang perempuan mengenyam pendidikan dan pekerjaan.(Red/Reuters)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.