Portal Berita Hari Ini

INS DPO Polres Tapteng Tak Jadi Melarikan Diri, Masyarakat Apresiasi Kapolres Tapteng Yang Baru

Tapteng, Nusantaratop – Kapolres Tapanuli Tengah (Tapteng), AKBP Jimmy Crishtian Samma yang baru empat hari menjabat di wilayah hukum Tapteng Sumatra Utara (Sumut) telah berhasil meringkus kasus tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama.

Penangkapan yang dilakukan Satreskrim Polres Tapteng terhadap INS warga Jalan Padangsidempuan Lingkungan I, Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, ini diketahui masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Tapteng dengan nomor : DPO/8/IV/RES.1.6./2021/Reskrim sejak tanggal 01 April 2021 lalu.

Kapolres Tapteng AKBP Jimmy Christian Samma resmi menduduki pos barunya pada  Jumat (25/06/2021) menggantikan AKBP Nicolas Dedy Afrianto.

Dalam surat DPO ini, pelaku diduga melanggar pasal 170 Ayat (1) KUHPidana.

Bermula adanya informasi dari keluarga korban kepada pihak personil Satreskrim Polres Tapteng hari Senin (28/06/2021).

Terendus oleh korban, bahwa keberadaan pelaku berada di dalam rumah orangtuanya di Hutabalang. Tetapi setelah dilakukan pengintaian untuk memastikan informasi ini, pelaku INS sudah tidak berada dilokasi.

Tepat pada  Selasa (29/06/2021), keluarga korban kembali memberikan informasi mobil yang biasanya dikemudikan korban berada di sebuah rumah makan di Jalan Padangsidempuan tepatnya di rumah makan “N”.

Selanjutnya petugas dari Unit Reskrim Polres Tapteng bergerak ke lokasi dimaksud, awak media juga diinformasi terkait hal ini oleh pihak keluarga korban dan ikut bersama.

Petugas Satreskrim Polres Tapteng sempat terkecoh, karena mobil yang dimaksud walaupun sama persis tetapi berbeda nomor plat mobil yang di informasikan keluarga korban.

Curiga, petugas kemudian mempertanyakan kepada pemilik rumah makan siapa pemilik mobil tersebut.

Sayangnya, menurut pengakuan petugas usai penangkapan pemilik rumah makan tidak mengetahui siapa pemiliknya.

Saat hendak meninggalkan lokasi, salah seorang petugas kepolisian mendengar suara yang cukup dikenal dan merupakan salah seorang tersangka di kasus yang sama tetapi telah diproses hukum.

Suara tersebut dari dalam rumah yang berada di belakang rumah makan tersebut.

Petugas langsung mendatangi rumah tersebut. Sayang saat mengetahui adanya petugas kepolisian, MAFS alias B (48) merupakan ayah INS menyuruh putranya lari melalui jendela.

Tak mau buruannya lepas, petugas mengejar DPO dan berhasil mengamankan INS.

Dari video yang berhasil diambil awak media usai pelaku ditangkap diketahui, seorang petugas kepolisian mengalami luka cukup parah dibagian kaki, diduga kena kaca saat mengejar pelaku yang menceburkan diri ke kolam disamping rumah.

Sementara seorang petugas kepolisian lainnya mengalami luka gigitan dan di duga dilakukan oleh ibu pelaku berinisial SS (45) di duga untuk menghalangi petugas menangkap putranya.

Setelah berhasil mengamankan DPO ini, INS digiring ke Mako Polres Tapteng untuk melanjutkan proses hukumnya.

Informasi terakhir yang berhasil dihimpun awak media, petugas kepolisian yang terluka sudah dibawa ke RSUD Pandan, salah seorang petugas yang mengalami luka robek dibahagian kaki dijhahit hingga 8 (delapan) jahitan.

Atas keberhasilan penangkapan ini, korban dan keluarga korban penganiayaan yang terjadi di SPBU Lopian Kecamatan Badiri tanggal 8 Agustus 2020 mengapresiasi kinerja Polres Tapteng dibawah kepemimpinan Kapolres Jimmy Christian Samma.

“ Salut sama Pak Kapolres Tapteng AKBP Jimmy Christian Samma beserta Reskrim Polres Tapteng. Saat diberitahukan informasi keberadaan INS , responnya sangat cepat. Atas klien saya yang menjadi korban penganiayan mengucapkan terima kasih ke pihak Polres Tapteng, “ kata Junaidi Lubis,SH,MH yang merupakan kuasa hukum korban (Saparuddin Manullang,red), Kamis (01/07/2021).

Sebagai informasi, dalam kasus ini Polres Tapteng telah menetapkan 3 (tiga) tersangka dan dijerat dengan dugaan melanggar pasal 170 (Ayat 1) yakni MAFS, SS dan INS. MAFS dan SS telah menjalani proses hukum dan diketahui di vonis 3 bulan 25 hari oleh PN Sibolga.

Atas dugaan menghalangi pejabat negara saat melakukan tugas dan dugaan penganiayaan terhadap petugas, informasi yang berhasil dihimpun awak media, petugas kepolisian akan membuat laporan.

Laporan : Benny.

Editor    : Pahotan

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.