Portal Berita Hari Ini

CERITA KITAB SUCI IBLIS YANG SELESAI DITULIS DALAM SATU MALAM

Codex Gigas (bahasa Inggris: Giant Book) atau yang disebut dengan buku kitab raksasa merupakan manuskrip abad pertengahan terbesar di dunia. Codex ini juga dikenal sebagai Kitab Suci Setan karena ilustrasi dan legenda penciptaan si iblis pada codex tersebut.

Kodeks Gigas diperkirakan dibuat pada awal abad ke-13 di biara Podlažice, Bohemia (kini Republik Ceko).

Kodeks tersebut ditaruh disebuah tempat yang terbuat dari kayu, dilapisi dengan kulit dan dihias dengan logam. Tingginya 92 cm, lebarnya 50 cm dan memiliki tebal 22 cm. Pada mulanya, kodeks itu memiliki 320 lembar naskah. Namun 8 lembar darinya dibuang.

Tidak diketahui siapa yang membuang 8 lembar tersebut dan untuk tujuan apa. Ada dugaan 8 lembar yang dibuang kemungkinan berisi aturan-aturan biara ordo benediktus.

Berat kodeks tersebut hampir mencapai 75 kg. Lembaran yang digunakan untuk menulis kodeks ini adalah kulit yang berasal dari 160 ekor anak sapi.

Seperti dilansir dari Wikipedia pada manuskrip ini terdapat Kitab Suci Vulgata, dan juga dokumen-dokumen historis yang ditulis dalam bahasa Latin.

Selama perang 30 tahun pada tahun 1648, Codex Gigas dirampas oleh tentara Swedia, dan kini disimpan di Perpustakaan Nasional Swedia, Stockholm

Menurut catatan sejarah, kodeks ini dibuat oleh Herman Inclusus di biara Benedictine, Podlažice dekat Chrudim, Republik Ceko. Biara itu dihancurkan sekitar abad ke-15 akibat Revolusi Hussite.

Catatan di dalam kodeks itu berakhir pada tahun 1229. Kodeks itu kemudian dihibahkan kepada Cistercians Sedlec Monastery dan kemudian dibeli oleh biara Benedictine Břevnov.

Dari tahun 1477 sampai 1593, disimpan di perpustakaan sebuah biara di Broumov sampai dipindahkan ke Prague pada tahun 1594 menjadi bagian koleksi Kaisar Rudolf II.

Suatu dokumenter National Geographic meneliti naskah ini bersama para pakar naskah kuno mengarah pada kesimpulan bahwa keseluruhan naskah ini ditulis oleh seorang juru tulis saja yang menulis namanya sebagai Hermann Inclusus (“Herman the Recluse”).

Sekitar setengah kodeks ini memuat seluruh Alkitab bahasa Latin versi Vulgata, kecuali Kitab Kisah Para Rasul dan Wahyu kepada Yohanes, yang berasal dari suatu versi pra-Vulgata. Urutannya: Kejadian–Rut; Yesaya–Daniel; Hosea–Maleakhi; Ayub; Samuel dan Raja-raja; Mazmur–Kidung Agung; Kebijaksanaan Salomo; Bin Sirakh; Esdras; Tobit; Yudit; Ester; dan Makabe.

Di antara kedua Perjanjian terdapat karya Flavius Yosefus’ Antiquitates Iudaicae dan De bello iudaico, serta ensiklopedia karya Isidorus dari Sevilla Etymologiae dan karya medis Hippocrates, Theophilus, Philaretus, dan Constantinus.

Setelah satu halaman kosong, dimulai Perjanjian Baru dengan urutan Matius-Kisah Para Rasul, Yakobus–Wahyu, dan Roma-Ibrani. Sesudah gambar iblis, karya Cosmas of Prague Chronicle of Bohemia, daftar pada biarawan bruder di biara Podlažice, dan sebuah kalender dengan necrologium, formula ajaib, dan catatan-catatan setempat yang melengkapi kodeks ini.

Seluruh dokumen ditulis dalam bahasa dan huruf Latin; selain itu, juga memuat tulisan Ibrani, Yunani, dan abjad Slavik (Cyrillic dan Glagolitic)

Naskah ini dibubuhi hiasan gambar dengan tinta berwarna merah, biru, kuning, hijau dan emas. Huruf pertama dihias dengan bagus, sering melintang pada seluruh halaman.

Kodeks ini mempunyai penampakan seragam karena bentuk tulisannya tidak berubah di sepanjang naskah, tanpa tanda-tanda penuaan, penyakit atau perubahan emosi juru tulisnya.

Hal ini mengarahkan kepada keyakinan bahwa seluruh kitab ini ditulis dalam waktu singkat, tetapi para ilmuwan mulai percaya pada teori bahwa dibutuhkan lebih dari 20 tahun untuk menyelesaikannya.

Menurut legenda, penulis codex ini adalah biarawan yang melanggar aturan biara, sehingga dihukum dikurung dalam tembok hidup-hidup.

Untuk menghindari hukuman kejam ini, ia berjanji akan membuat buku dalam satu malam untuk memuliakan nama biara selamanya.

Tengah malam hampir tiba, sang biarawan tidak bisa menyelesaikan tugasnya sendiri, sehingga ia menjual jiwanya pada Lucifer.

Setan menyelesaikan manuskrip itu dan sang biarawan berterima kasih dengan menambahkan gambar setan. Meskipun terdapat legenda yang melibatkan iblis, manuskrip ini tidak dilarang oleh inkuisisi, dan dipelajari oleh banyak ahli.

Diyakini bahwa legenda ini muncul akibat kesalahpahaman makna kata “inclusus” (“recluse”) di belakang nama biarawan yang dianggap sebagai penulisnya (Hermann Inclusus).

Istilah “inclusus” ini sebenarnya bermakna “mengurung diri” secara sukarela supaya berkonsentrasi pada tugas tertentu, tetapi kemudian disalahartikan sebagai hukuman kurungan.

Suatu studi untuk mengulangi pembuatan karya ini memperkirakan waktu yang dibutuhkan hanya untuk menulis teks tanpa istirahat, tidak termasuk penambahan gambar dan hiasan, adalah sekitar lima tahun.

 

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.