Portal Berita Hari Ini

Insiden Pesawat Militer Myanmar, 12 Orang Tewas dan 2 Selamat

Medan, Nusantaratop – Sebanyak dua belas orang tewas ketika sebuah pesawat militer Myanmar jatuh di wilayah tengah negara itu pada Kamis (10/6/2021).

Juru bicara junta militer Myanmar mengatakan kepada para wartawan, pesawat yang membawa 14 orang yang terdiri dari enam awak dan delapan penumpang itu, jatuh di dekat kota Pyin Oo Lwin, seraya menyalahkan penyebabnya pada “cuaca buruk”.

“Pesawat kehilangan komunikasi ketika berada 400 meter (1.300 kaki) dari pabrik baja di dekat bandara,” kata Zaw Min Tun dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (10/6/2021

Juru bicara junta Myanmar tersebut mengatakan, seorang biksu senior termasuk di antara mereka yang tewas dalam kecelakaan pesawat itu. Dikatakannya, sebuah tim telah berhasil menyelamatkan seorang anak lelaki dan seorang sersan, yang telah dikirim ke rumah sakit militer terdekat.

Saat ini para pekerja darurat masih berada di tempat kejadian.

Sebuah gambar yang diposting di media sosial menunjukkan tubuh pesawat yang bengkok tergeletak di lapangan.

Para biksu Buddha Myanmar memimpin perjuangan sebelumnya melawan pemerintahan militer, tetapi terpecah dalam kudeta 1 Februari lalu, dengan beberapa pemimpin agama terkemuka membela junta militer.

Pyin Oo Lwin adalah lokasi beradanya Akademi Dinas Pertahanan, tempat para petinggi militer dilatih.

Pemimpin junta militer, Min Aung Hlaing, yang menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dari kekuasaan dalam kudeta 1 Februari, adalah seorang lulusan akademi tersebut.

Militer Myanmar telah berusaha untuk memadamkan aksi-aksi protes massal anti-junta dengan tindakan keras berdarah yang telah menewaskan lebih dari 800 warga sipil, menurut sebuah kelompok pemantau lokal.

Hal ini telah mendorong warga sipil di beberapa kota untuk membentuk “pasukan pertahanan”, sementara beberapa tentara pemberontak etnis Myanmar telah meningkatkan serangan terhadap militer.

Bulan lalu, Tentara Kemerdekaan Kachin – sebuah kelompok pemberontak etnis yang telah melakukan pemberontakan selama puluhan tahun melawan militer – menembak jatuh sebuah helikopter militer selama pertempuran sengit.

Kecelakaan pesawat sering terjadi di Myanmar karena sektor penerbangannya yang kurang berkembang, dan musim hujan Myanmar telah menyebabkan masalah bagi penerbangan komersial dan militer di masa lalu.

Sebelumnya, sebuah pesawat militer jatuh ke Laut Andaman pada tahun 2017, menewaskan keseluruhan 122 orang di dalamnya. Itu merupakan salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan dalam sejarah negara itu. Pihak berwenang menyalahkan cuaca buruk.

Kemudian pada tahun 2015, sebuah pesawat penumpang Air Bagan keluar dari landasan di tengah cuaca buruk dan hujan lebat. Seorang penumpang dan satu orang di darat tewas.(red)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.