Portal Berita Hari Ini

Mantan Wakil Ketua DPRD Tapteng Awaluddin Rao di Solok : “Mata Saya Sudah Buta Ditusuk Ama Pena”

Solok, Nusantaratop – Beredar video seorang mantan Wakil Ketua  Anggota DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) Awaluddin Rao ST berlumuran darah di bagian wajahnya. Awaluddin mengaku didorong oleh seseorang pada saat penyekatan berlangsung antara perbatasan Solok dengan Kota Padang, Sumatra Barat.

Dalam video rekaman diperoleh Nusantartop.com, Awaluddin saat itu mengatakan sudah melewati dari penyekatan yang hendak melihat truknya yang tebalik, namun pada saat ingin pulang rumah, dirinya mengaku kembali disekat.

“Baik pak, proses penyekatan di Solok antara batas Padang dan Solok. Kebetulan saya lewat baru mutar aja pak, melihat truk kita yang terbalik disana. Saya tadi melapor kesini pak mau keluar,” kata Awaluddin, dalam video yang didapat wartawan dari WA Grup Martabe Tapteng/Sibolga se- NKRI.

“Saya mau ke Padang karena rumah saya di Padang. Tidak lebih dari setengah jam sampai disini saya mau balik lagi ke rumah, dihambat ditanya ‘sama siapa tadi melapor?’ ,” sambungnya.

Namun, kata Rao, pada saat itu petugas penyekatan banyak, sehingga tak mengetahuiciri-ciri dari siapa yang melewatkannya. Namun saat hendak dijelaskannya terhadap salah seorang petugas, ia mengaku kena dorongan pintu mobil, hingga pena yang dipegang Rao mengenai bagian wajah.

“Saya lupa, karena  begitu banyak petugasnya, akhirnya saya di dorong pak, saya memegang pena pak tertusuk ke mata saya, udah buta ini pak. Ini komandannya disini pak Desmon pak polisi, banyak lagi yang lain-lain semua aparat mata saya sudah buta ditusuk ama pena,” ungkap Rao dalam video rekaman sambil menujukkan wajahnya yang berlumuran darah.

Rao menjelaskan Kapolsek Lubuk Kilangan Padang AKP Lija Nesmon saat penyekatan ada disitu.

“Ini ada pak Nesmon, pak polisi banyak lagi yang lain-lain semua aparat,” kata Awaluddin Rao sambil terengah-engah.

“Saya baru lewat pak, tadi saya ditanya sama siapa melapor, tetapi saya tidak ingat sama siapa melapor karena banyak. Baru 1 jam saya lewat dari sini pak, rumah saya di Padang pak, dan ini teman saya Hendra,” katanya lagi.

Ia mengaku saat itu, akibat dari tusukan pena miliknya, bakal mengalami ke butaan disalah satu bagian sekitar matannya.

“Ini pak ditusuk pak, ditusuk dengan pena, pena saya, ditolakkan saya ke pintu pak, dipaksa masuk demi Allah demi Rasulullah SAW saya tidak berbohong demi Allah di dorongkan saya kemasuk oleh anggota pak Mesmon, mata saya buta ini darahnya semua,” ungkap Awaluddin Rao.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya tak ada pergi keluar kota sepulang melihat truknya yang terbalik.

Namun, saat hendak percakapan tiba-tiba terjadi dorongan dari pintu mobilnya saat itu Rao mengaku ingin mecari seseorang petugas yang telah memperbolehkan dirinya lewat .

”Saya tidak ada keluar kota pak, masih dalam kota Padang. Tadi saya ingin mencari siapa yang melapor sudah di dorong,” imbuhnya.

Dilansir Nusantaratop dari Kompas.com, Minggu (18/7/2021) Awaluddin Rao bersama sopirnya nekat menerobos pos penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di perbatasan Padang-Kabupaten Solok.

Kejadian itu berlangsung Jumat (16/7/2021) malam hingga viral diberbagai media sosial.

Rao bersama sopirnya, Hendra, dicegat dan diminta menunjukkan sertifikat vaksin dan surat keterangan tes cepat antigen. Namun, Rao tidak bisa menunjukkan dokumen tersebut sehingga terjadi cekcok dengan petugas.

“Betul dia datang dari arah Solok menuju Padang. Kita minta dokumennya, tapi tidak bisa. Kemudian kita minta putar balik, namun dia menolak sehingga terjadi cekcok,” kata Kapolsek Lubuk Kilangan Padang AKP Lija Nesmon yang dihubungi Kompas.com, Sabtu (17/7/2021).

Menurut Lija, tiba-tiba pelipis Rao berdarah. Namun, ia tak mengetahui dari mana asal darah tersebut. “Kita suruh dia balik ke mobilnya, kemudian dia balik lagi dengan wajah berdarah. Katanya matanya ditusuk pena oleh petugas,” kata Lija yang kebetulan ikut dalam operasi penyekatan itu

Petugas pun meminta Rao menunjukkan pelakunya, tetapi ia tak bisa melakukannya. Bukannya memberi penjelasan kepada petugas, Rao justru membuat video dan mengaku berlumuran darah karena ditusuk petugas penyekatan.

Awalnya, Rao meminta sopirnya membuat video itu, tapi Hendra terlihat agak keberatan. Rao pun menampar sopirnya itu.

Bukan Buta

Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Lija Nesmon mengatakan karena kasihan akhirnya dirinya mengantarkan Rao ke klinik kesehatan Semen Padang.

Setelah diperiksa ternyata hanya pelipisnya yang berdarah bukan matanya.

“Bukan buta, tapi pelipisnya saja yang berdarah. Video yang beredar itu disebutkan seolah-olah buta, padahal tidak,” kata Lija.

Lija mengaku tidak mengetahui kenapa Rao berdarah di pelipisnya. Ketika ditanya siapa yang mendorongnya, Rao mengaku tidak mengetahui.

“Kita minta dia memberitahu siapa yang mendorongnya sehingga pelipisnya berdarah, tapi dia tidak bisa kasih tau,” kata Lija.

Lija menyebutkan alasan Rao sebelum cekcok dinilai mengada-ada.

“Dia bilang melihat truknya terbalik, tapi ketika telusuri tidak ada truk yang terbalik. Awalnya mengaku sudah izin sama petugas, tapi ditanya petugasnya tidak tau,” kata Lija. (red)

Editor : Pahotan

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.