Portal Berita Hari Ini

Bentrokan Etnis Kamerun Menewaskan Sedikitnya 32 Orang Saat Desa-Desa Dibakar

Douala, Nusantaratop – Badan pengungsi PBB mengatakan bentrokan antara penggembala dan nelayan di Kamerun utara telah menewaskan sedikitnya 32 orang bulan ini, dengan 19 desa dibakar, Kamis (19/8/2021).

Dilansir dari Reuters, sekitar 11.000 orang melarikan diri ke Chad dan 7.300 lainnya mengungsi di Far North Kamerun setelah pertempuran pecah pada 10 Agustus antara penggembala Choa Arab dan nelayan dan petani Mousgoum, kata UNHCR

Para pejabat menggambarkan pertempuran itu sebagai kekerasan etnis terburuk di Kamerun dalam beberapa tahun.

Para penggembala marah karena ternak mereka jatuh ke dalam lubang yang digali oleh nelayan untuk menangkap ikan di genangan air banjir yang surut, menurut seorang pejabat setempat.

Para pengungsi di Chad sangat membutuhkan tempat berlindung, kata UNHCR, dengan banyak yang tidur di bawah pohon.

“(UNHCR) menyerukan kepada pemerintah terkait untuk melakukan segala kemungkinan untuk mengurangi ketegangan antarkomunitas yang telah menyebabkan perpindahan ini dan untuk memastikan keselamatan orang-orang yang terpaksa mengungsi,” kata Millicent Mutuli, direktur regional UNHCR.

Kekerasan etnis semakin memperumit keamanan di wilayah di mana tentara Kamerun telah memerangi Boko Haram selama bertahun-tahun dan, baru-baru ini, gerilyawan yang terkait dengan Negara Islam.(red)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.