Portal Berita Hari Ini

KPU Sumut Kembali Ungkap Kendala pada Pemutakhiran Data

Medan, Nusantaratop – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) Herdensi Adnin mengungkapkan kendala KPU kabupaten/kota yang tengah dihadapi dalam proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, Kamis (15/8/21).

Herdensi Adnin mengatakan kendala tersebut adalah lembaga terkait data kependudukan. Dalam hal ini katanya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di kabupaten/kota tidak konsisten memberikan data konsolidasi dan data pelayanan terhadap KPU.

Padahal, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan merupakan amanah Undang-undang.

Dari kedua data itu lanjut Ketua KPU Sumut setidaknya akan diketahui penduduk berusia 17 tahun, meninggal dunia, atau pindah domisili yang akan dikonversi menjadi data pemilih.

“Itu yang menyebabkan beberapa KPU kabupaten/kota progres data pemutakhirannya nihil. Padahal, pasti tiap hari ada yang berusia 17 tahun, meninggal dunia atau pindah domisili,” ujar Herdensi

Ia menjelaskan, KPU menurut UU harus melakukan pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan. Tidak lagi menunggu tahapan pemutakhiran pada periode pemilu.

Baca Juga : Akuratkan Data Pemilih 2021, KPU Sumut Libatkan Berbagai Instansi

Pemutakhiran dilakukan sesuai peristiwa atau kejadian menyangkut status kependudukan. Apabila ada pemilih baru yang berusia 17 bisa ditambahkan, atau meninggal dunia dicoret setiap bulan. Pada prinsipnya, pemutakhiran ini adalah proses menambah pemilih baru, mencoret pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) dan melakukan perubahan dan perbaikan data pemilih.

Selain ke Disdukcapil, kerjasama serupa juga diharapkan KPU kepada Dinas Pemdes, Dinas Pendidikan, BPJS, Kodam I/BB dan juga Polda Sumut. Lembaga-lembaga ini punya peran yang tak kalah penting dalam mendukung pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

“Kita berharap akan ada MoU antara KPU dan lembaga-lembaga ini dalam rangka pemutakhiran data pemilih berkelanjutan,” pungkasnya.(red)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.