Portal Berita Hari Ini

Ibu Ini Memohon ke Pengadilan Sibolga Agar Kasus Anaknya Diringankan dan Direhabilitasi

Sibolga, Nusantaratop – Seorang ibu, Nur Afifah Nasution (46) memohon dan meminta terhadap Pengadilan Negeri (PN) Sibolga, Sumatra Utara untuk meringankan hukuman terhadap anaknya inisial AAP (19) dalam kasus tindak pidana Narkoba.

Menurut Nur, bahwa Pasal yang disangkakan pihak Kepolisian Polres Sibolga terhadap anaknya terlalu berat. Warga (Perumahan Griya Pandan) Desa Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah ini mengatakan bahwa anaknya inisial AAP bukanlah pengedar .

“Saya nyatakan anak saya bukan pengedar, dia hanya ikut-ikutan saja, saya juga tidak meminta anak saya bebas. namun Pasal yang dibuat janganlah seperti itu. Kalau bisa Pasal anak saya diringankan,” pinta Nur Afifah Nasution dalam sidang perdana anaknya dihadapan awak media, di Pengadilan Negeri Sibolga, Rabu (23/6/2021).

Keberatan keluarga, bahwa Penyidik Polres Sibolga menetapkan, terdakwa Narkotika, AAP (19) dengan pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 dari undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun tahun 2009, tentang narkotika.

Disebutkan dalam pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 dari UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika tersebut mempunyai unsur-unsur sebagai berikut, 1 Unsur Setiap Orang, 2 Unsur Tanpa Hak atau Melawan Hukum, 3 Unsur Menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I.Ad.

Sementara dalam keterangan keluarga terdakwa AAP, proses penangkapan saat itu, anaknya lagi dikedai yang berlokasi di Sibolga, namun yang punya kedai tidak berada dilokasi.

“Datang tiba-tiba Polisi menangkap anak saya, kemudian ada orang disitu menelpon kami, dua menit setelah itu kami datang dan kami saksikan anak kami sudah di amankan polisi, polisi menyebutkan. Anak ibu kami tanya-tanya dulu karena saya mau menangkap yang punya kedai ini,” kata Nur yang menirukan perkataan Polisi tersebut.

” Jadi disebut bahwa tersangka yang punya kedai pengedar narkoba. Nanti anak ibu kami buat menjadi saksi nantinya. Singkat cerita setelah penangkapan itu, anak saya yang juga dibawa ke kantor Polisi di muat di berita acara menjadi pengedar Narkoba,” ucapnya.

Menurut keluarga yang menyaksikan kejadian itu, bahwa polisi dari awal menyebutkan anaknya hanya dilibatkan menjadi saksi saja.

“Waktu penangkapan, barang bukti tidak ada disitu, banyak melihat kehadian saat itu termasuk masyarakat sekitar dan suami saya,” terangnya.

Selanjutnya, pihak keluarga akan terus melayangkan surat keberatan dan akan mengadukan sampai anaknya mendapatkan keadilan yang sewajarnya.

Senada itu, saat dikonfirmasi pihak Humas  Polres Sibolga, Iptu R.Sormin menjelaskan penyidik telah mendapat Pasal sesuai dengan surat penangkapan yang ada, karena sudah berdasarkan dengan undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Hal ini kami terapkan tersangka tersebut juga bisa dikenakan di Pasal 114 ayat 1, jika tidak memiliki Unsur di Pasal 114, maka akan dikenakan di Pasal 112 dan jika tidak terbukti dia akan jatuh di Pasal 132 UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” kata Iptu Sormin.

“Sah-sah saja kalau pihak keluarga tidak terima terkait Pasal yang diberikan, itu hak mereka. Biarkan pihak Pengadilan Negeri Sibolga yang memutuskan itu. Karena kita menerangkan sesuai UU yang ada di Republik Indonesia ini,” timpal Sormin (red).

Laporan : Benny

Editor    : Pahotan H

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.