Portal Berita Hari Ini

4 Juara Bertahan Tumbang, 5 Juara Terbaik di Liga Eropa

Perancis, Nusantaratop – Kompetisi di liga-liga terbaik Eropa sudah berakhir Senin, 24 Mei hari ini. Lima liga elite; Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, dan Prancis sudah menghasilkan pemenangan dengan Ligue 1 menjadi yang terakhir memastikan kampuannya.

Di Inggris, juaranya adalah Manchester City dengan poin 86 Mereka unggul 13 angka di atas Manchester United. Begitu juga di Bundesliga Jerman di mana Bayern Munchen yang mengoleksi poin 78 meraih gelar ke-9 beruntun dengan keunggulan 13 angka di atas RB Leipzig.

Dari Italia, Inter Milan juga menunjukkan dominasi. Mengoleksi poin 91, mereka unggul 12 angka di atas tim runner up, AC Milan. Sementara La Liga Spanyol dan Ligue 1 Prancis relatif lebih ketat dan harus menunggu hingga pekan akhir untuk kepastian juara.

La Liga Spanyol dimenangkan Atletico dengan poin 86. Mereka unggul dua angka atas sang juara bertahan, Real Madrid. Sementara Ligue 1, Lille membuat kejutan terbesar musim ini dengan mengalahkan sang juara bertahan, Paris saint Germain (PSG).

Baca Juga : Pengurus PGSI Sumut Dituntaskan, Bakal Musprov di Juni Ini

Lille menasbihkan diri sebagai kampiun Ligue 1 musim 2020/2021 berkat kemenangan 2-1 di markas Angers. Dengan kemenangan itu, Lille mengoleksi poin 83 atau hanya unggul satu poin di atas PSG yang pada laga lainnya unggul 2-0 atas Brest.

Bagi Lille, ini hanya gelar keempat mereka sepanjang sejarah Ligue 1. Sebelumnya, mereka juara pada musim 1945/1946, 1953/1954, dan 2010/2011. Tidak mengherankan, sukses ini dirayakan dengan pesta pora luar biasa di se antero Kota Lille.

“Untuk menjadi juara Anda harus menjalani musim yang luar biasa, terutama saat Anda memiliki PSG di depan. Kami mengalami musim yang luar biasa. Saya seperti tidak menyadarinya. Saya tahu ini agak gila di kota, di Lille,” kata Pelatih Lille, Christophe Galtier di situs resmi klub.

“Saya harap kita bisa bersenang-senang bersama besok. Kami mengakhiri musim ini dengan 83 poin, tertinggi sepanjang masa dalam sejarah LOSC. Kami tidak selalu cantik, tapi kami efisien, kami bermain dengan kualitas kami, hati kami, kemurahan hati kami. Saya jelas akan mengingatnya dari musim ini,” tandasnya. (red/Fajar)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.