Portal Berita Hari Ini

5 Orang Petani Kena Sambar Petir Besar di Aceh

Aceh, Nusantaratop – Lima orang warga gampong (desa) Trieng, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara tersambar petir saat tengah berada di kawasan persawahan desa setempat. Seorang di antaranya meninggal dunia, dan tiga lainnya mengalami luka berat dan ringan.

Kapolsek Cot Girek Ipda Suherman, mengatakan kelima korban tersebut merupakan warga Desa Trieng. Peristiwa yang menyebabkan seorang di antaranya meninggal dunia tersebut terjadi pada Rabu (26/5/2021) sekira pukul 16.00 WIB.

“Satu orang meninggal dunia akibat tersambar petir dan 4 orang lainnya mengalami luka-luka,” kata Suherman.

Adapun keempat korban ialah Nurhayati (33) meninggal dunia, M Irfan Rasyid (11) luka berat, Ridwan (9) luka berat, M Irham (8) luka ringan, dan Ardian (5) luka ringan.

“M Irfan dan M Irham merupakan anak dari korban Nurhayati. Sementara duanya lagi merupakan anak tetangganya. Mereka yang mengalami luka-luka, saat ini tengah menjalani perawatan di RSUCM,” ujarnya.

Suherman menjelaskan, pada saat kejadian korban sedang menanam padi di area persawahan di desa Trieng. Lalu sekira pukul 15.30 WIB, hujan mulai mengguyur kawasan desa setempat disertai dengan petir.

“Kemudian seluruh korban berteduh di gubuk yang berada di persawahan tersebut. Menurut keterangan saksi yang berada tidak jauh dari tempat kejadian, ketika datang suara petir yang sangat besar saksi melihat ke arah gubuk tersebut dan melihat salah satu korban terpental dari gubuk dan jatuh ke areal persawahan,” tutur Suherman.

Lanjut Suherman, saksi Muhammad Sari (26), Ismail (45), dan Iskandar (53), langsung mendatangi gubuk tersebut dan melihat korban Nurhayati sudah tergeletak tidak bernyawa lagi .

“Sedangkan 4 korban lainnya mengalami luka berat dan luka ringan akibat tersambar petir. Para saksi langsung membawa korban meninggal beserta 2 orang yang luka berat ke puskesmas Lhoksukon,” ungkapnya.

Setelah pihak Puskesmas menyatakan korban meninggal dunia kemudian jenazah Nurhayati dibawa kembali oleh warga ke rumah orang tuanya untuk segera dikebumikan.

“Sedangkan korban luka berat dirujuk ke RS Cut Meutia guna mendapatkan perawatan,” pungkasnya.(red)

Sumber : Kumparan.com

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.