Portal Berita Hari Ini

Mantan Bank BRI Cab Kabanjahe Ditangkap Intel Kejatisu: Kerugian Puluhan Miliar

Medan, Nusantaratop – Tim Tabur Kejagung bekerjasama dengan Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) berhasil mengamankan seorang mantan pejabat AdK (Administrasi Kredit) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kabanjahe.

DPO yang berhasil diamankan adalah tersangka Yoan Putra SE, yang telah di tetapkan tersangka oleh Penyidik Kejatisu dalam tindak pidana korupsi tentang kegiatan penyaluran kredit petani yang berpotensi mengalami kerugian Negara berkisar puluhan milliar rupiah.

Asinten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumut DR. Dwi Setyo Budi Utomo,MH langsung memimpin operasi pengamanan DPO tersebut Selasa (25/05/2021) sekira pukul 11.00 Wib di Pasar Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Asintel Kejatisu mengatakan bahwa tersangka ditahan tersangkut masalah korupsi penyaluran kredit komersil badan usaha di BRI Cabang Kabanjahe Tahun 2016 s/d 2017 yang merugikan keuangan negara Rp. 10 milyar lebih.

Asinten Kejatisu Dwi Setyo Budi Utomo menyampaikan kronologi penangkapan, dimana ditangkap di sebuah pasar di Sunggal sekira jam 11.00 wib setelah sebelumnya sudah diintai.

Pada saat diamankan tersangka pada saat itu berprofesi sebagai pengusaha/penjual daging kambing yang disalurkan di pasar pasar di wilayah Medan.

“Tersangka selama ini merupakan orang yg sangat dicari, beralamat di Kompleks Perumahan Sri Gunting, Sunggal Kanan Deli Serdang ini setelah dipecat dari BRI Kabanjahe, sangat sulit terdeteksi, istri tsk yang bekerja sebagai guru SD di Sunggal Kanan juga sangat tertutup memberi informasi, demikian juga kedua orangtuanya”

“Bapaknya yang juga adalah pensiunan Polri tinggal tidak jauh dari rumah Yoan Putra selalu tertutup terhadap semua info terkait tsk Yoan Putra”.

“Tersangka Yoan Putra selama buron selalu berpi dah pindah dan mengontrak sebuah rumah di Jalan Sekip Kelambir V Dusun 2 Kecamatan Tanjung Gusta Kabupaten Deli Serdang dan tidak jauh dari lokasi kontrakannya tsk juga memiliki usaha pemeliharaan kambing yang akan dijual ke pasar”.

“Pada saat diamankan tersangka tidak ada melakukan perlawanan.Setelah diamankan tsk langsung dibawa ke kantor Kejaksaan Tinggi untuk proses hukum selanjutnya,” pungkas Budi Utomo.(red)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.