Portal Berita Hari Ini

PKP Wujudkan Pembangunan Maritim, Ketum Yussuf : Potensinya 7 Kali APBN 

Jakarta, Nusantaratop – Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia sebagai pembangunan negara maritim. Bahkan dikatakan pendapatan dari maritim dapat menjangkau 7 kali lipat dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)

Ketua Umum PKP Mayjen TNI Mar (Purn) Yussuf Solichien mengatakan di bidang ekonomi, PKP meminta pemerintah untuk berorientasi pembangunan di bidang maritim.

“Diminta terhadap pemerintah untuk berorientasi pembangunan di bidang maritim, karena kita negara maritim. Sumber daya maritim kita luar biasa ditinjau dari segi geopolitik, geostrategi dan geoekonomi di mana Indonesia berada di dua samudra dan dua benua,” Kata Ketua Umum PKP saat acara Pelantikan Pengurus DPN PKP Periode 2021 – 2026 di Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Menurut Yussuf Solichien, dengan potensi kekayaan maritim Indonesian bisa mencapai 1 trilyun dolar AS yang mampu mensejahterakan rakyatnya.

“Potensi maritim kita mencapai 1 trilyun dolar AS, padahal APBN kita hanya Rp 2000 trilyun. Bapak bayangkan 1 trilyun dolar AS itu kira-kira Rp 14 ribu trilyun. Berarti ada tujuh kali (APBN) potensi maritim kita, maka dari itu kami mendorong pemerintah untuk memanfaatkan sumber daya maritim ini,” jelasnya.

Komitmem membangun negara maritim itu sejatinya sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2014 yakni membangun Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Begitu pula dengan cita-cita Bung Karno yang ingin mewujudkan Indonesia sebagai bangsa maritim yang berwibawa dan digdaya.

PKP yakin dengan memanfaatkan potensi maritim itu maka cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 akan tercapai.

Lulusan AKABRI Laut tahun 1973 itu lebih lanjut menyoroti masalah kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia saat ini. Ia tak ingin pihak yang kaya semakin kaya sedangkan pihak yang miskin semakin miskin.

Mantan Danlantamal X Jayapura ini juga menekankan masalah pertahanan dan keamanan maritim kita. Terutama di Laut Natuna Utara yang dahulu dikenal Laut China Selatan.

“PKP meminta pertahanan dan keamanan negara hendaknya mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena akses masuk wilayah kita sebagian besar dari laut dan udara, masih sangat rawan,” ucapnya.

“Perkembangan geostrategis kita di Laut Natuna Utara membutuhkan kehadiran militer kita. Sekarang yang hadir Angkatan Laut China, Angkatan Laut Vietnam, Angkatan Laut Amerika, justru yang jauh-jauh hadir. Oleh karena itu PKP meminta pemerintah memperkuat TNI kita yang profesional dan modern terutama Angkatan Laut dan Angkatan Udara,” bebernya.

Tak hanya itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ini juga meminta pemerintah untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri. Dengan demikian, nilai ekonomi dari produksi pertahanan dalam negeri dapat diperoleh untuk kesejahteraan rakyat.

Dalam pidato politik Ketua Umum DPN PKP yang juga dihadiri oleh Presiden Jokowi secara daring itu, Yussuf  mengatakan pihaknya akan menjadi Fraksi TNI-Polri jika lolos ke DPR pada Pemilu 2024. Ia menyebut partainya ingin memperjuangkan aspirasi TNI-Polri.

Menurutnya, kini tak ada lagi fraksi di DPR yang betul-betul memperjuangkan kesejahteraan TNI-Polri. Ia mengklaim PKP mampu mengisi kekosongan tersebut.

“Kami siap untuk menjadi corong aspirasi kepentingan TNI-Polri, termasuk kesejahteraan prajuritnya, keluarganya, dan purnawirawan,” pugkasnya (red/samuderanesia).

Editor    : Pahotan

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.