Portal Berita Hari Ini

Pembunuh Kalinus Zai Sempat Kabur, Pelaku Ditangkap di Tapteng dan Masing-Masing Dihadiahi Timah Panas

Medan, Nusantaratop – Setelah mengungkap kasus pembunuhan Kalinus Zai (40), Polda Sumut dan Polresta Deli Serdang  memperlihatkan tampang kedua tersangka. Kedua pelaku yakni Wan Suhelmi (38) dan Tri Witomo (30).Keduanya dikabarkan hendak kabur ke Padang. Namun, keburu dikejar petugas.

Menurut informasi, satu dari dua pelaku yang ditangkap di Kota Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Keduanya kemudian dilumpuhkan polisi dengan timah panas.

Wan Suhelmi (38) warga Jalan Hasanuddin, Kelurahan Lubukpakam I-II, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang dan Tri Witomo (30), tukang servis AC, warga Jalan Bakaranbatu, Desa Bakaranbatu, Kecamatan Lubukpakam tampak mengenakan mengenakan kursi roda setelah dihadiahi timah panas oleh aparat. Keduanya terlihat tertunduk lesu saat digiring petugas kepolisian.

Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi, dikonfirmasi soal dua pelaku ditembak belum berkenan berikan keterangan.

Kedua tersangka pembunuhan Kalinus Zai yakni Wan Suhelmi (38) dan Tri Witomo (30)./ Foto : Tribun Medan.

“Kapolda Sumut yang menyampaikan. Sabar ya,” katanya, Senin (28/6/2021) seperti dilansir dari Tribun Medan.

Seorang pria Kalinus Zai, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, Sabtu (26/6/2021). Jasad warga Jalan Keramat Indah, Dusun III, Desa Amplas, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang ini ditemukan di Jalan Sultan Serdang, Desa Sena, Kecamatan Batangkuis.

Pria berusia 50 tahun itu diduga korban pembunuhan. Dugaan tersebut dikuat dari jenazahnya terdapat luka di bagian kening.

Kendati demikian, tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Sumut, Polresta Deli Serdang, Polres Sibolga berhasil mengamankan kedua pelaku terduga yang membunuh Kalinus Zai. Keduanya diberikan tindakan tegas terukur.

Pelaku berhasil diamankan di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Minggu siang (27/6/2021), sekira pukul 13.00 WIB.

Sang Anak Ingat Betul Pelakunya

Wilman Zai, anak dari Kalinus Zai masih ingat betul dengan pria yang membunuh ayahnya. Kata Wilman, pelakunya ada dua orang.

Satu orang menunggu di dalam mobil, satunya lagi masuk ke gudang elektronik, tempat Kalinus Zai bekerja di UD Lau Kawar Pasar 10 Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang.

“Satu orang yang masuk ke gudang ini pakai masker. Dia berkaus merah dan celana ponggol,” kata Wilman, Minggu (27/6/2021).

Meski sempat pakai masker, belakangan pelaku melepas penutup mulutnya itu. Dari pengamatan Wilmanjay, pelaku ini berkumis tipis berambut keriting.

Orang inilah yang mengaku akan membayar barang yang dibelinya itu di rumah dan mengajak Kalinus Zai masuk ke dalam mobil.

“Bapak ikut masuk ke dalam mobil karena mereka belum bayar. Jadi alasannya mereka mau jemput uang,” kata Wilman.

Karena sudah punya firasat buruk, Wilman mengikuti mobil yang membawa ayahnya. Benar saja, Kalinus Zai ternyata dibunuh di dalam mobil. Kepalanya jebol hingga menganga diduga dihantam benda tumpul.

Belum diketahui, apakah benda tumpul itu martil atau jenis besi padat lainnya. Saat ditemukan, tampak lubang menganga di dahi korban.

Sosok Suami Tak Pernah Bermasalah

Sementara, Fedyrina (32), istri Kalinus Zai terduduk lemah di ruang tengah rumahnya Jalan Selambo Ujung, Gang Teratai, Kecamatan Medan Amplas.

Dia masih meratapi kepergian suaminya, pascadibunuh orang dan jasadnya dibuang di tengah jalan pada Sabtu (26/6/2021) kemarin.

Saat ditemui di rumah duka, Fedyrina duduk di samping jenazah suaminya yang terbaring kaku.

Dia memeluk erat foto sang suami, sembari sesekali menoleh ke arah jenazah suaminya yang ditutupi kain putih.

Fedyrina alias Rina, istri Kalinus Zai saat ditemui di rumah duka, Minggu (27/6/2021). Rina meminta polisi segera menangkap pembunuh suaminya.(TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA)

“Suami saya orang baik. Dia tidak pernah terlibat masalah di luar sana,” kata Fedyrina, Minggu (27/6/2021). Menurutnya, sang suami baru-baru ini terkena stroke ringan.

Meski stroke menyerang anggota tubuhnya, namun Kalinus Zai masih tetap bekerja demi menafkahi keluarganya.

“Dia tetap cari uang untuk kami yang di rumah ini,” kata Fedyrina dengan kedua mata berkaca-kaca.

Disinggung lebih lanjut soal kejadian ini, Fedyrina menyebut bahwa sebelum kejadian, anak lelakinya bernama Wilman Zai memang sengaja ikut sang ayah bekerja.

Wilman turut meringankan beban sang ayah demi menafkahi keluarga.

“Selama sekolah daring ini, anak saya ikut membantu bapaknya jaga gudang elektronik,” kata Fedyrina.

Dia pun masih tak habis pikir, kenapa suaminya dibunuh orang. Padahal Kalinus Zai selama ini tak pernah mengusik kehidupan orang lain. “Kenapa tega kali mereka menghabisi nyawa suami saya,” katanya.

Di rumah duka, sanak famili berdatangan mengucapkan rasa belasungkawa. Beberapa diantaranya terlihat berusaha menguatkan Federyna, yang akrab disapa Rina.

Rina mengatakan, bahwa jenazah suaminya itu akan segera dimakamkan setelah keluarga datang dari kampung halaman di Nias.

“Saya berharap polisi dapat dengan cepat menangkap pelaku. Perbuatan mereka sudah tidak bisa dimaafkan. Kepala suami saya bolong, tidak tahu ditusuk pakai benda apa,” ucapnya.(red/Tribun Medan)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.