Portal Berita Hari Ini

Saat Reses, Frans Dante Ginting Tampung Aspirasi Tentang Kelangkaan Pupuk Subsidi Di Karo

MEDAN, TOP

Susahnya mendapatkan pupuk subsidi di Kabupaten Karo menjadi salahsatu pengaduan yang disampaikan warga saat reses II Tahun Sidang III 2021-2022 anggota DPRD Sumut Frans Dante Ginting dari fraksi Golkar.
Warga mengaku resah dengan kondisi tersebut, karena kelangkaan pupuk sudah hampir merata terjadi di 8 (delapan) desa pada 3 (tiga) kecamatan di Kabupaten Karo.
“Pengaduan itu selalu muncul di 8 titik saya reses. Bahkan warga mempertanyakan jumlah distribusi pupuk yang terbatas, karena kalaupun ada harganya diatas het. Kondisi itu tentu sangat memberatkan petani yang 80 hingga 90 persen menggantungkan hidupnya dengan bercocok tanam,”terang Frans usai membacakan pandangan fraksi di rapat paripurna DPRD Sumut, Rabu (24/3).
Parahnya lagi, kata Frans, tingginya harga pupuk non subsidi tidak sebanding dengan keuntungan yang dirasakan petani disaat musim panen. Karena, harga penjualan tidak sesuai dengan biaya modal yang dikeluarkan disaat musim tanam. “Itu yang miris saya mendengarnya,”ucapnya.
Untuk itu, tambah Frans, warga meminta keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (pemprovsu) dalam mengatasinya. Karena, selama ini, warga terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya selangit. Bahkan, harus menerima resiko dengan penggunaan pupuk kandang, meskipun pertumbuhan hasil tani lambat.
Selain itu, dalam serap aspirasi, Frans juga mendapat pengaduan terkait bantuan bibit pertanian dari dinas Pertanian Pemprovsu yang belum dirasakan. Sehingga, ketiadaan bantuan telah menambah beban para petani selama ini.
“Mengenai bantuan hewan ternak juga warga berharap. Agar dapat dikembangkan sebagai swadaya yang meningkatkan taraf hidup masyarakat,”ketus mantan jurnalis tersebut.
Anggota Komisi B DPRD Sumut itu juga menyebutkan bahwa di lingkaran gunung Sinabung, warga Kecamatan Naman Teran meminta adanya bantuan pemprovsu untuk atap rumah yang mulai rapuh. Seperti di Desa Naman, Desa Kutambilin dan di Desa Suka Tepu.
 “Peningkatan pembangunan jalan alternatif Kabanjahe-Binjai juga menjadi keluhan warga. Menjadi, sebuah jalur yang dapat dilalui, selain jalur utama Jamin Guning,”papar Frans.
Di penyampaian, Frans juga mengungkapkan bahwa semua aspirasi yang disampaikan warga menjadi catatan dan telah disampaikan ke Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi agar ditindaklanjuti. Melalui penyampaian masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil) XI. (ind)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.