Portal Berita Hari Ini

Kelompok Masyarakat dan Buruh Nuntut Hak Waris Korban KM Mega Top 3, 30 Personel Polres Tapteng Turun ke Lokasi Aksi

Tapteng, Nusantaratop – Masyarakat yang tergabung dalam Kelompok SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) Sibolga-Tapanuli Tengah unjuk rasa damai di Kantor PT. Kerapu Jaya Lestari (Tangkahan Atak), Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapteng, Jumat (29/10/2021).

Poin utama dalam aksi, warga menuntut hak waris terhadap keluarga korban ABK kapal ikan KM Mega Top M yang dinyatakan tenggelam akhir Desember 2017  silam.

“Keluarga Korban memohon kepada Tono Dasiran (ATAK) untuk prihatin terhadap ahli waris dan anak yatim korban KM. MEGA TOP III, dan membayarkan Hak Korban sesuai Undang-Undang RI,” demikian isi spanduk dalam tuntutan aksi tersebut.

Kemudian menyampaikan tentang terbitnya Surat Gubsu No.560/4059/2020 tanggal 18 Mei 2020 yang ditindaklanjuti dengan keluarnya surat Bupati Tapteng No. 560/2243 tanggal 3 September 2020 tentang Sanksi/larangan mendapat pelayanan publik bagi PT. Kerapu Jaya Lestari sebelum PT. Kerapu Jaya Lestari membayar Hak-hak ahli waris Korban.

Mereja juga memohon kepada aparat hukum dan instansi terkait untuk bertindak apabila ada pelanggaran oleh PT. Kerapu Jaya Lestari.

Sejumlah massa yang melaksanakan unjuk rasa damai itu dipimpin oleh Wakil Sekretaris SBSI Sibolga-Tapteng Doglas Sitorus. Massa menyampaikan aspirasi dan tuntutan menggunakan alat peraga spanduk, toa pengeras suara, dan 1 unit mobil pick-up.

Masyarakat yang tergabung SBSI bentangkan spanduk nuntut hak waris korban KM Mega Top 3, di Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Tapteng, Jumat (29/10/2021)

 

Pengamanan aksi massa oleh aparat kepolisian dipimpin KBO Sat Sabhara Polres Tapteng IPTU  M. Sitohang. Ia mengatakan sesuai surat tugas Kapolres Tapteng AKBP Jimmy Christian Samma S I K sebanyak 30 personil Polres Tapteng dilibatkan dalam pengamanan unjuk rasa tersebut.

“Kita berikan pengamanan, dan pengaturan serta memberikan himbauan secara humanis kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan aksi secara tertib dan aman,” ujar Sitohang yang juga selaku Perwira Pengendali Tugas Pengamanan

KBO Sat Sabhara Tapteng menambahkan sebelumnya pihak Polres Tapteng tidak mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Aksi Unjuk rasa itu dikarenakan wilayah hukum masih dalam kondisi Level 3 Penyebaran COVID-19.

“Tetapi kita mengucapkan terimakasih karena dalam pelaksanaan aksi secara tertib dan damai, sesuai Prokes. Kita juga menghimbau massa agar  setelah pelaksanaan kiranya hati-hati dijalan, aman sampai tujuan Kerumah masing-masing,” pungkas Sitohang.(red/nt)

Editor        : Pahotan

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.